Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan

The Stone Roses Ngeluarin Single Terbarunya "All For One"


Single ini kali pertama diputer di acara Annie Mac-nya BBC Radio 1 pada Kamis (12/05) malam lalu. Di situlah akhirnya penyiarnya bilang kalo single ini direkam di Church Studios di London. Nah, bener kan kalo mereka kegep kemarin itu lagi rekaman lagu baru.
Buat kilas balik baca berita di bawah ini, Kabar tentang materi baru dari kuartet yang pernah tandang ke Jakarta ini santer di jalan-jalan di kota Manchester. Beberapa iklan logo jeruk lemon terpampang secara misterius di jalanan kota ini sejak Selasa (10/05) lalu. Disusul dengan beberapa poster logo yang sama yang ditempel di beberapa tempat, dari toko musik dan lain sebagainya.
Lalu muncul kuartet ini di sebuah studio di London yang kegep rekaman, munculnya kabar baru di twitter mereka kalau mereka bakal rilis single terbaru pada jam 8 malam waktu Inggris dan puncaknya hari ini mereka ngasih tahu judul single mereka.
Kalo didenger-denger, "All For One" punya nuansa musik Inggris 90-an yang kentel banget. Ini lebih kaya akumulasi semua riff britpop yang pernah kita denger. Intro dan semua bagian lagunya kaya nusuk kita, dari kulit sampe ke tulang.
Oiya, single "All For One" ini diproduserin sama Paul Epworth, produser tangan dingin yang dikenal menangani beberapa artis dari Florence and the Machine, Coldplay, Cee Lo Green, U2, John Legend, sampai Paul McCartney, termasuk Primal Scream.
Sampai di sini, coba dengerin dulu dan silahkan komen ya
Nah, bagi kamu-kamu yang kangen sama The Stone Roses

Peristiwa Dunia Musik Tanggal 6 Mei



Menatap masa depan boleh aja cuma jangan melupakan masa lalu. Terkadang mempelajari sejarah masa lalu, membuat kita tahu apa yang harus kita lakukan di masa depan.

Berikut ini kami mau ngasih kamu kejadian-kejadian di masa lalu yang penting disimak.

Tahun 1965
Mick Jagger dan Keith Richard lagi bikin riff dari lagu Stones yang terkenal, "(I Can't Get No) Satisfaction". Tahun 2004, majalah Rolling Stone nempatin lagu ini di posisi 2 dalam 500 Lagu Terbaik Sepanjang Masa.

Tahun 1973
Paul Simon pertama kali tur tanpa partnernya, Art Garfunkel. Sempet direkam live dan dirilis rekamannya dalam bentuk piringan hitam. Dulu kan mereka terkenal dengan Simon & Garfukel. Kesian ya, harus pisah. Tapi mereka akhirnya reunian bareng lagi kok.

Tahun 1995
Single "Some Might Say" nya Oasis mencetak posisi puncak tangga lagu UK. Sedihnya, ini single terakhir Oasis dengan drummer asli mereka, Tony McCarroll.

Tahun 2003
Setelah kontroversi yang dialami anggota band Dixie Chicks Natalie Maines, soal komen negatifnya terhadap President George W. Bush berkaitan dengan perang Irak, sebuah stasiun radio di Colorado menskors dua penyiarnya gara-gara mainin musiknya Dixie Chicks.

Tahun 2006
  1. Saking cintanya sama Manchester, pada sebuah tur UK, Morrissey tampil 3 kali berturut-turut di 3 tempat berbeda di Manchester. Pertama di The Apollo Manchester, esoknya Manchester Opera House dan Manchester Bridgewater Hall pada tanggal 8 nya.

Apa Itu Aliran Progressive Rock ?

 

Progressive rock atau sering disingkat prog adalah jenis musik yang mulai berkembang pada akhir dekade 60-an dan mencapai masa jayanya pada tahun 70-an, menggabungkan elemen-elemen dari rock, jazz dan musik klasik. Kadang pengaruh dari blues dan musik tradisional juga terasa.

Berawal dari eksperimentasi musisi rock saat itu, diinspirasi oleh The Beatles dan The Beach Boys mereka mulai menggabungkan musik tradisional, musik klasik dan jazz ke dalam komposisi mereka. Beberapa band progressive rock terkemuka adalah Yes, King Crimson, UK, Pink Floyd dan Genesis dari sekitar tahun 1969, Rush dari tahun 70-an dan Marillion, Dream Theater dari 80-an.

Seperti halnya aliran-aliran musik yang lain, adalah sangat sulit untuk mendefinisikan musik rock progresif secara tepat. Karena inilah terdapat banyak perdebatan mengenai apakah satu kelompok musik prog atau tidak. Namun ada beberapa ciri khas musik prog yang biasanya dapat ditemui dalam karya-karya musisi prog. Di antaranya adalah ritme yang tidak konvensional (bukan 4/4 atau sinkopasi), penguasaan alat musik yang mahir dengan permainan solo yang rumit, dan lagu-lagu yang panjangnya melebihi normal (lebih dari 5 menit, biasanya sekitar 12-20 menit atau bahkan lebih panjang).

Banyak grup progressive rock yang menerbitkan satu album dengan lagu-lagu yang bertemakan sama atau sambung-menyambung menceritakan satu cerita (disebut album konsep). Contoh-contoh album konsep di antaranya adalah Metropolis 2: Scenes from a Memory dari Dream Theater dan The Lamb Lies Down on Broadway dari Genesis. Banyak pula group musik progressive saat ini yang mulai keluar dari stigma musik progressive sebagai genre dan kembali ke pemikiran inti musik progressive sebagai pandangan yang amat sangat kuat dipengaruhi pandangan Jazz.